Halaman

Halaman

Selasa, 30 November 2021

Soal PAI SMPN Satu Atap 1 Karau Kuala Semester Ganjil

Silahkan Kalian Kerjakan Soal-soal Di Bawah Ini

Waktu Pengerjaan: 90:00 menit!

Soal Kelas VII


Kerjakan Soal di Bawah ini

Soal Ulangan Harian Iman Kepada Kitab-kitab Allah


Waktu Pengerjaan: 10:00 menit!
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional.

Adapun tujuan embelajaran sosial dan emosional adalah :
1. Kesadaran diri (memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi)
2. Pengelolaan diri (menetapkan dan mencapai tujuan positif)
3. Kesadaran sosial (merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain)
4. Keterampilan membangun relasi (membangun dan mempertahankan hubungan yang positif)
5. Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab (membuat keputusan yang bertanggung jawab)

PSE adalah mengenai bagaimana kita menjalankan sekolah, tentang pengalaman apa yang akan dialami siswa, apa yang dipelajari siswa dan bagaimana guru mengajar. Kita dapat merancang bagaimana sekolah dan ruangan kelasnya, bagaimana waktu belajar, ruangan yang ada di sekolah, hubungan dengan komunitas sekolah dan keluarga dan yang lainnya sebagai tempat pertukaran pengetahuan, pengetahuan tentang dunia; pengetahuan tentang diri sendiri dan pengetahuan tentang orang lain yang berinteraksi dengan kita. Pengalaman-pengalaman tersebut membantu siswa memahami diri mereka sendiri dan orang lain.

Dampak dari keberhasilan dalam penerapan Kompetensi sosial Emosional (KSE) tidak hanya pada kesuksesan diri seseorang dalam akademik yang lebih baik, namun juga mencerminkan pondasi yang kuatbagi seseorang untuk dapat sukses dalam berbagai area kehidupan mereka di luar akademik (https://casel.org) 

PSE mencoba untuk memberikan keseimbangan pada individu dan mengembangkan kompetensi personal yang dibutuhkan untuk dapat menjadi sukses. Bagaimana kita sebagai pendidik dapat menggabungkan itu semua dalam pembelajaran sehingga anak-anak dapat belajar menempatkan diri secara efektif dalam konteks lingkungan dan dunia. Pandangan lama menyatakan bahwa pengetahuan adalah informasi yang dapat ditransfer ke otak seperti mesin mekanis. Yang benar adalah, pengetahuan bersifat konstruktif; semua proses pembelajaran bersifat saling berhubungan; emosi menarik perhatian, dan perhatian mendorong terjadinya proses belajar.

Belajar adalah anugerah. Melalui pembelajaran sosial-emosional, kita menciptakan kondisi yang mengizinkan semua anak mengakses anugerah tersebut. Anak belajar saat hati mereka terbuka, terhubung dengan lingkungan sekitar serta adanya tujuan. kesiapan murid untuk mempelajari materi baru. Kesiapan ini terkait dengan berbagai hal, diantaranya: pengetahuan, konsep dan keterampilan awal yang saat ini dikuasai oleh murid; miskonsepsi; tingkat perkembangan kognitif, afektif dan fisik; keterampilan berpikir, dan sebagainya, dalam modul 2.1 merupakan Kesiapan belajar (Readiness), lingkungan belajar, dan minat, disinilah hubungannya dengan Pembelajaran Berdiferensiasi antara modul 2.2 dan modul 2.1. tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas, guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya, lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar, Manajemen kelas yang efektif, serta Penilaian berkelanjutan. Selain itu keterkaitan antar materi modul ini dengan modul sebelumnya yaitu seorang guru penggerak yang memiliki nilai kemandirian, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berpihak pada murid harus menggunakan segala kekuatan dan potensi yang ada untuk membangun budaya positif di sekolah yang dikembangkan hendaknya dapat mendorong pemenuhan kebutuhan belajar murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman.

Jika pembelajaran sosial emosional dengan pendekatan kesadaran penuh menjadi budaya positif di sekolah maka pembelajaran berdiferensiasi akan lebih mudah diterapkan, hal ini akan membahagiakan murid karena pembelajaran yang disajikan sesuai dengan kebutuhan belajar, baik melalui pendekatan kesiapan belajr, minat, dan profil murid.

Melalui pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajran sosial emosional diharapkan dapat mewujudkan profil pelajar pancasila untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan berkarakter.