Minggu, 05 Desember 2021

Jurnal Refleksi Mingguan

 COACHING


Pembelajaran kali ini tentang peran seorang guru dalam mendampingi murid melalui pendekatan coaching untuk menjadikan salah satu langkah guru yang tepat untuk membantu murid mencapai tujuannya. Pembelajaran coaching ini ada kemiripan dengan konselor dan mentor. Yang paling saya kuasai dalam memahami pembelajaran kali ini adalah secara teori bahwa coaching merupakan komonikasi yang berupa dialog antara guru dan murid secara reflektif dan mendalam terhadap siswa sehingga menghasilkan pemikiran baru bagi siswa agar ia mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Saya nyatakan paling saya kuasai karena berupa teori saja.

Saya belum menguasai pada pembelajaran ini adalah trik menggali informasi terhadap siswa dalam membuat pertanyaan agar siswa menemukan kekuatan kodratnya, potensi dirinya, dan kekuatan yang dimilikinya. Yang akan saya lakukan dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan cara belajar lebih giat lagi dalam mengamati video-video yang telah ada pada awal-awal modul ini, tentang bagaimana pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang coach terhadap coachee, sehingga coachee sendiri mengetahui kekuatan yang dimilikinya.

Pembelajaran coaching ini yang masih membingungkan bagi saya adalah membuat pertanyaan agar terbangun kesepahaman antara coach dengan coachee agar ia menerapkannya, sebab tidak semua anak bisa mengikuti arahan dari coach, bagaimana jika ia melakukan dengan pemikirannya sendiri tanpa sepengetahuan kita keputusan yang ia ambil, yang mengakibatkan berbanding balik dengan seharusnya, anak yang lahir dengan keunikan masing-masing itu mungkin saja ada yang berbuat demikian, maka kegagalan tersebut menjadi kegagalan guru. anak yang tinggal di kota pola pikirnya tidak sama dengan anak yang tinggal dipedesaan, dengan keanekaragaman tersebut mempengaruhi juga sifat dan karakter anak bawaan dari lingkungannya masing-masing. di sinilah membuat saya kebingungan, apakah bisa diterapkan terhadap semua anak hal seperti itu meskipun dengan latar belakang yang berbeda-beda. apakah sudah teruji atau cuma berdasarkan argumen saja